Rabu, 21 Desember 2011

Analisis Puisi

Kata  Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat tuhan yang maha esa,yang telah memberikan petunjuk dan kemudahan dalam penyelesaian makalah yang berjudul Analisis Puisi Strata Norma Menurut Roman Ingarden Dalam Puisi WS.Rendra .Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membimbing serta yang telah memberikan bantuan pemikiran dan sebagainya dalam penyelesaian tugas ini.Makalah ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi penulis sendiri,tetapi juga bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini,sehingga setelah membaca makalah ini kita semua dapat megambil manfaatnya.
Penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini sangat jauh kesempurnaan,untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran para pembaca,penulis mengucapkan terima kasih.


                                                                                    Pekanbaru,18 Desember 2011


                                                                                                            Penulis 













ANALISIS PUISI STRATA NORMA MENURUT ROMAN INGARDEN DALAM PUISI KARYA WS.RENDRA





DISUSUN OLEH:
NAMA:SRI WAHYUNI
NPM:106211278
KLS :3G
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA
TAHUN 2011/2012




DAFTAR ISI
Pendahuluan
1. Latar belakang                ………………………………..........................…1
2.Rumusan masalah         ……………………………………………………1
3.Tujuan penulisan                       …………………………………………………....1
4.Manfaat penulisan          ………………………….....................................1
Pembahasan
1.    Analisis puisi strata norma menurut roman ingarden dalam puisi tuhan,akucinta padamu karya WS.Rendra          …………………………....2
2.    Analisis puisi strata norma menurut roman ingarden dalam puisi doa
orang lapar karya WS.Rendra             …………………………………....5
3.    Anlisis puisi strata norma menurut roman ingarden dalam puisi sajak pertemuan mahasiswa karya WS.Rendra          ……………………………11
4.    Analisis puisi strata norma menurut roman ingarden
dalam puisi episode karya WS.Rendra         ……………………………19
            5.Analisis puisi strata norma menurut roman ingarden dalam
puisi serenda merah padam karya WS.Rendra ……………………………22
Penutup
            1.Kesimpulan                       ……………………………………………………26
            2.Daftar pustaka                   ……………………………………………………27

PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
            Dalam memahami sebuah puisi,pembaca puisi hendaklah mengetahui makna dari puisi tersebut.Selain untuk mengetahui arti atau maksud dari puisi tersebut,kita juga mendapatkan ekspresi yang sesuai untuk ditampilkan dalam membaca puisi itu.Puisi merupakan sebuah struktur yang sulit ,maka untuk memahaminya seseorang haruslah menganalisis puisi tersebut.
            Penganalisisan puisi itu dapat dilihat dari norma.Norma yang berlaku disini bukanlah  satu system norma,melainkan strata(lapis) norma.Masing-masing norma menimbulkan lapis norma di bawahnya.Rene Wellek (1968:151)mengemukan analisi Roman Ingarden,seorang filsuf Polandia,didalam bukunya Das Literarische Kunstwerk(1931) ia menganalisis norma-norma itu sebagai berikut lapis bunyi,lapis arti,lapis objek,latar dan pelaku,lapis lapis dunia,dan lapis metafisis.Strata norma tersebut akan digunakan dalam menganalisis beberapa karya puisi WS.Rendra.Agar pembaca dapat memahami beberapa puisi karya WS.Rendra.
 2.Rumusan Masalah 
            Berdasarkan uaraian latar belakang di atas,maka rumusan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.Menganalisis puisi Sajak Matahari,Sajak Mata-mata,Sajak Pertemuan Mahasiswa,Sajak Seonggok Jagung,dan Sajak Tangan karya WS.Rendra dengan menerapkan penganalisisan puisi berdasarkan strata norma menurut Roman Ingarden.
3.Tujuan Penulisan
Penulisan makalah dengan judul ini memiliki tujuan:
a)Memberikan pemahaman tentang penganalisisan puisi strata norma menurut Roman Ingarden dalam puisi WS.Rendra.
b)Dapat menjadi panduan bagi mahasiswa tentang pembahasan penganalisisan puisi strata norma menurut Roman Ingarden dalam puisi WS.Rendra
4.Manfaat Penulisan
a)    Bagi Mahasiswa
Sebagai pedoman dan panduan dalam memahami  tentang penganalisisan puisi strata norma menurut Roman Ingarden dalam puisi WS.Rendra.
b)    Bagi dosen
            Penulisan makalah ini dapat dijadikan tolak ukur pemahaman mahasiswa terhadap penganalisisan puisi strata norma menurut Roman Ingarden dalam puisi WS.Rendra.
1
ANALISIS PUISI STRATA NORMA MENURUT ROMAN INGARDEN DALAM PUISI WS.RENDRA
Tuhan,aku cinta padamu
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu

Karya  :WS.Rendra

Analisis strata pada puisi “Tuhan,aku cinta padamu”
yang merupakan karya terakhir dari WS Rendra
Wellek (dalam Pradopo, 1990: 15) mengemukakan analisis strata norma menurut Roman Ingarden sebagai berikut:
            A.Lapis norma pertama adalah lapis bunyi (sound stratum). Suara sebagai konvensi bahasa, disusun sedemikian rupa hingga menimbulkan arti. Sehingga suara itu tidak hanya sekadar suara tidak berarti. Dengan adanya suara-suara itu, akan bisa ditangkap artinya atau maksud dari puisi tersebut.Lapis bunyi berkaitan dengan persajakan.Sajak yaitu pola estetik yang dibuat secara berulang dengan kesadaran dan disengaja.Pada puisi di atas terdapat “beberapa pola persajakan sebagai berikut:(a) Pada baris kelima ada aliterasi n yaitu “aku pengin makan tajin.(b) Pada baris kelima dan keenam ada pengulangan kata aku,yaitu

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
2

(c) Pada baris kesebelas dan keduabelas ada pengulangan kata aku ingin yaitu
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
(d) Pada baris kelima ada pengulangan huruf konsonan n, yakni
Aku pengin makan tajin
(e)Pada baris ketiga terdapat juga pengulangan huruf konsonan t,yakni
Aku tidak sambat rasa sakit

Dapat disimpulkan bahwa lapis bunyi pada puisi tuhan,aku cinta padamu mempunyai lima bait,masing masing bait mempunyai jumlah baris yang berbeda.Puisi ini didominasi oleh bunyi vokal/a/,/u/dan/i/.Bunyi yang didominasi bunyi tersebut akan menimbulkan suasana sedih ,gunda dan murung serta menimbulkan imajinasi yang bulat dan berat.
Penggunaan rima yang tidak beraturan akan menimbulkan efek bunyi kakofani dan didominasi bunyi konsonan /n/ menimbulkan efek kacau serta tidak teratur.pada puisi ini didominasi bunyi asonansi vokal /a/,/u/,/i/dan aliterasi konsonan /k/,/t/.bunyi tersebut mengakibatkan tidak merdu,dan menimbulkan suasana sedih,kacau dan kecewa.bunyi bunyi tersebut mengakibatkan efek berat pada puisi yang dapat mempengaruhi lapis arti.

B. Lapis arti (unit of meaning), yaitu berupa rangkaian fonem, suku kata, kata, frase, dan kalimat. Semuanya merupakan satuan-satuan arti.Pada puisi di atas dapat diartikan sebagai berikut:
Aku lemas:Diartikan kondisi tidak kuat dan kecewa.
Tapi berdaya:Masih ingin berupaya.
Aku tidak sambat rasa sakit:tidak merasakan apa apa.
Aku pengin makan tajin: Tajin adalah sari dari beras yang keluar saat di rebus, disini diartikan,kondisi ingin meresapi kehidupan.
Aku tidak pernah sesak nafas:Kondisi tidak pernah terhimpit masalah.
Tapi tubuhku tidak memuaskan:Tidak pernah puas.
Posisi ideal dan wajar:Kondisi yang diharapkan.
Ingin membersihkan tubuhku:Ingin bertobat.
Racun kimiawi:Dosa dunia.
Jalan alam:Jalan yang benar.
Meningkatkan pengabdian kepada Allah:Bertobat kepada Allah.
Tuhan,aku cinta padamu:Memohon ampun pada tuhan dan ingin lebih mendekatkan diri kepada tuhan.

3
3. Lapis yang berupa latar, pelaku, objek-objek yang dikemukakan, dan dunia pengarang yang berupa cerita atau lukisan.
Aku:Aku di sini adalah penulis ataupun penyair.
Latar:Kehidupan penyair saat puisi ini dibuat.
Penyair menggambarkan kehidupannya pada saat puisi ini ditulis,Ia ingin kembali ke jalan allah.

Latar tempat:jalan alam
4. Lapis dunia,dalam hal ini “dunia” yang dipandang dari titik pandang tertentu yang tak perlu dinyatakan, tetapi terkadung dalamnya (I implied).Dari puisi di atas lapis dunianya yaitu Aku : sebagai penyair
Pada awalnya Aku/penyair merasa hidupnya tidak puas dengan apa yang ia punya dan sempat melalaikan tuhanya,kemudian Ia menyesali dan ingin membersikan dosa dunianya.Setelah itu penyair ingin kembali kejalan yang benar,dan bertobat kepada tuhannya.
5. Lapis metafisis, berupa sifat-sifat metafisis yang sublim, tragis, mengerikan atau menakutkan, dan suci. Melalui sifat-sifat seni ini dapat memberikan renungan atau kontemplasi kepada pembaca.
Pengkaji menganalisis puisi ini karena,penulis menganggap bahwa puisi ini mempunyai nilai pesan yang sangat penting . Dan puisi tersebut dapat dianalisis secara menyeluruh dengan metode analisis strata,mulai dari bunyi,arti,objek,sudut pandang,dan lapis metafisik.Lapis metafisik pada puisi di atas adalah:
Jalan alam: Jalan kebenaran
Allah = Tuhan
Pada lapis ini penyair ingin kembali ke jalan yang benar dan bertobat kepada tuhannya, yang di tunjukkan dengan “Aku ingin kembali ke jalan alam”dan “Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah.










4
ANALISIS PUISI STRATA NORMA MENURUT ROMAN INGARDEN DALAM PUISI WS.RENDRA
Puisi Doa Orang Lapar

Kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
Kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis





5


kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam
Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

Ws Rendra
Dari Kumpulan Puisi “Sajak – Sajak Sepatu Tua” ( Pustaka Jaya – 1995 )
           

6

1.Lapis bunyi pada puisi di atas yakni memiliki bunyi Kakofoni (cacophony) yaitu bunyi yang tidak merdu dan cenderung parau. Puisi Doa Orang Lapar cenderung Dominasi bunyi-bunyi k, p, t, s sehingga rima puisi sangat tidak teratur sehingga Suasana kacau, tidak teratur, tidak menyenangkan sangat tergambar pada puisi tersebut. Selain itu juga terdapat persajakan pada empat baris pertama yaitu:

Kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam



            2.Lapis arti pada puisi di atas dapat dilihat sebagai berikut:
Kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
Maksudnya yaitu panyair mengatakan bahwa kelaparan di ibaratkan bagaikan burung gagak yang bersifat licik dan hitam.
Jutaan burung-burung gagak:banyaknya terjadi kelaparan
Bagai awan hitam:kumpulan hal-hal yang jelek,kelam,dan suram
Pengulangan kata Allah dapat berarti tentang permohonan atau pengaduan penyair kepada tuhannya.
burung gagak menakutkan:gagak identik dengan hewan yang menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
:kelaparan disamakan dengan burung gagak
kelaparan adalah pemberontakan
:kelaparan membuat orang memberontak
adalah penggerak gaib
:dengan tidak sengaja

7
dari pisau-pisau pembunuhan:mampu membunuh dengan benda-benda tajam sesama manusia karena kelaparan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
Kelaparan adalah batu-batu karang
 di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
batu karang identik dengan makhluk yang menipu.Secara diam dia dapat melumpuhkan mangsanya,begitu juga dengan orang miskin yang kelaparan dengan diamnya mereka mampu membunuh sesamanya agar mendapat makanan.
 Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
Maksudnya penyair menggambarkan penyesalan seorang pemuda yang telah terayu dengan iblis untuk melakukan kejahatan karena kelaparannya
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
Maksudnya kelaparan membuat seseorang berbuat sesuatu yang keji dengan tangan mereka.
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu

8
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

Maksudnya penyair mengatakan bahwa kata-kata di atas adalah doa atau pengaduan kepada Allah dari orang miskin(kami)

kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu
Maksudnya kelaparan menjadikan seseorang mirip dengan burung gagakdengan sifat yang keji sehingga menjadi cobaan setiap insan untuk dekat kepada Allah.
3.Lapis yang berupa latar, pelaku, objek-objek yang dikemukakan, dan dunia pengarang yang berupa cerita atau lukisan.
Latar tempat:1)di bawah wajah laut
                        2)sorgaMu
                        3)di tanah
Objek-objek yang dikemukakan pada puisi di atas adalah kelaparan,burung gagak,orang-orang miskin,dan Allah.
Pelaku/tokoh: kami(orang miskin)
Penyair menyampaikan bahwa kelaparan yang terjadi pada orang miskin dapat menjadikan seseorang lupa diri dan bersikap sama dengan hewan sehingga melanggar norma-norma agama seperti membunuh agar dapat mengisi kelaparannya 



9
4.Lapis dunia
            Pada puisi di atas penyair menyampaikan kelaparan adalah suatu hal yang menakutkan.Kelaparan yang terjadi pada orang miskin dapat membuat mereka menjadi sama dengan binatang gagak yang identik dengan binatang yang jahat,jika ia merasa lapar maka dia akan makan semua yang ada, baik teman maupun lawan.Kelaparan juga disamakan dengan batu-batu karang yang mempunyai sifat memakan mangsanya secara diam-diam.Kelaparan membuat manusia terbujuk akan rayuan iblis untuk melakukan hal-hal yang sama dengan binatang tersebut.Kelaparan membuat orang membunuh secara tidak sadar dengan sesamanya sehingga mereka tidak lulus dari ujian Allah.
5.Lapis metafisis
            Kelaparan adalah cobaan yang berupa nafsu, dapat membuat seseorang menjadi hilang kendali dari kesadarannya dan menjadikan si miskin seperti hewan sehingga menyebabkan seseorang jauh dari Allah dan terhalang masuk sorgaNya.Diperkuat dengan bait terakhir:
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu










10
ANALISIS PUISI STRATA NORMA MENURUT ROMAN INGARDEN DALAM PUISI WS.RENDRA
SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA
Oleh :

W.S. Rendra
Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”
Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Tentu kita bertanya :
“Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”


11
Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba.
Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra.
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !







12

A.Lapis bunyi
            Setelah membaca puisi di atas,lapis bunyi yang terjadi yakni (1) Adanya pengulangan kata  maksud baik yang terjadi pada beberpa bait yakni:
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
(2)Pada bait ketiga adanya pengulangan konsonan  a dan adanya pengulangan kata kenapa yakni:
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
(3) Pada bait keempat terdapat pengulangan huruf vokal a,yakni:
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

(4)pada bait keempat ada juga pengulangan kata “ada yang”,yakni:
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.



13
(5)Pada bait keempat juga terdapat pengulangan huruf  konsonan u,yakni
 
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”
(6)Pada bait ketujuh ada pengulangan kata “akan” yakni:
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
(7)Pada bait terakhir ada pengulangan kata “ada yang” dan aliterasi, s yakni:
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis
, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !
B.Lapis arti
            Pada setiap bait puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa mempunyai arti yang dianalisis sebagai berikut:
Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.
Maksud dari bait di atas adalah suasana saat terjadinya pertemuan yang dilakukan mahasiswa.yakni pagi hari.

14

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
Maksud dari bait di atas yakni pertemuan yang terjadi antara mahasiswa termasuk Rendra mengkritik tentang maksud baik dari pemimpin kampus mereka dari ketidak jelasan visi dan misi pendidikan.
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”
Maksud dari puisi di atas yakni memperkuat dari arti bait puisi yang sebelumnya yakni  
Telah banyak terjadinya penindasan,pengusaan yang sewena-wena,dan kemiskinan yang disebabkan oleh pemimpin dengan  lulusan pendidikan visi misi yang tidak jelas.
Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Maksud puisi di atas ialah lanjutan kritikan Rendra tentang pendidikan yang tidak jelas yakni terbukti dari adanya pemimpin yang bermaksud baik tetapi menjadikan rakyat kecil menderita dan banyaknya terjadi kemiskinan,seperti petani yang semakin sengsara hidupnya dan masuknya barang-barang-barang impor yang justru membuat petani semakin sengsara.



15
Tentu kita bertanya :
“Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
Bait di atas adalah sindiran yang di lontarkan dari Rendra.
Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?
Maksud dari puisi di atas adalah Rendra mengajak mahasiswa agar berfikir lebih kritis tentang ilmu-ilmu yang mereka dapatkan di kampus agar tidak menjadi orang yang suka menindas,melainkan mahasiswa harus melakukan penciptaan kesejahteraan.
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba.
Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra.
Dua bait di atas menggambarkan tentang optimisme Rendra tentang melakukan pembaharuan dan mengajak kepada mahasiswa agar melakukan cita-cita pembaharuan itu.




16
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !
Maksud bait di atas mempertegas maksud dari bait-bait sebelumnya yakni Rendra mengajak mahasiswa lainnya agar menjadi mahasiswa yang benar. Dan pemimpin yang benar.
C.Lapis objek,pelaku,dan latar
Pelaku pada puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa yakni kita yakni Ws.Rendra dan mahasiswa.
Latar :Rendra bertemu dan berdiskusi dengan teman-temannya sekelompok mahasiswa tentang orientasi pendidikan kampus mereka maupun kampus-kampus di Indonesia yang tidak benar.
Objek:matahari,maksud baik,dan penindasan
Dunia pengarang pada puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa yakni kita(mahasiswa dan Rendra) berjuang dengan kritikan yang disampaikan dengan mengemukakan kata “maksud baik” dan melakukan kesejahteraan terhadap petani atau rakyat jelata yang tertindas diakibatkan oleh pemimpin-pemimpin dengan pendidikan yang mengedepankan visi dan misi yang tidak jelas sehingga menyebabkan penguasa yang tidak adil.Kita harus berfikir tentang melakukan pilihan,melakukan pembebasan atau penindasan pada akhirnya.
D.Lapis dunia
Rendra dan mahasiswa berjuang keras melakukan suatu perbaikan ini dibuktikan dari kata “maksud baik” pada beberapa bait.Pertemuan itu dilakukan agar dilakukan perubahan visi dan misi pada setiap kampus yang tidak jelas.Sehingga menghasilkan lulusan yang menjadi penindas rakyat kecil.
Pada bait ke lima menyatakan tentang kritikan terhadap ilmu-ilmu dan didikan yang diberikan kepada mahasiswa.Dapat menjadikan mahasiswa melakukan penindasan atau pembebasan pada rakyat kecil nantinya.Lalu pada bait terakhir terdapat dua pilihan menjadi penindas atau pembebas.

17

E.Lapis metafisis:
dalam puisi Sajak Pertemuan Mahasiswa tersebut dijumpai bahwa W.S. Rendra berada pada posisi mendukung rakyat tertindas, menentang penguasa penindas, menentang program pendidikan yang akan melahirkan sarjana yang nantinya menjadi pemimpin yang menindas, berada pada posisi intim (dekat) dengan pembaca puisinya, dan menjauhkan diri dari pihak yang disebutnya sebagai pihak pendidik yang kurang berorientsi kerakyatan.


















18
ANALISIS PUISI STRATA NORMA MENURUT ROMAN INGARDEN DALAM PUISI WS.RENDRA

Episode

Kami duduk berdua

di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
Tiba-tiba ia bertanya:
“Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa.
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.

Karya WS.Rendra
A.Lapis bunyi
Banyak terdapat asonansi a dalam puisi ini. Hampir tiap larik didominasi vokal a dan sisanya adalah bunyi vokal u. Hal ini memang sesuai dengan suasana yang diinginkan oleh Rendra dalam puisinya yaitu suasana riang, gembira, bahagia, seperti yang terdapat pada larik kesebelas: …Aku hanya tertawa//. Hal ini sudah dapat menunjukkan suasana yang gembira.
      Dilihat dari baris per baris puisi ini memiliki persajakan yang tidak tetap,yani dapat dilihat dari empat baris pertama dengan pola persajakan aa-ba dan empat baris selanjutnya ab-ca.Selain itu ada pengulangan huruf u,dapat dilihat sebagai berikut:

19
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.
dan juga terdapat pengulangan vokal,yakni
Tiba-tiba ia bertanya:


B.Lapis Arti
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya.
Pohon jambu di halaman itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya.
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
Maksud dari kata-kata beberapa baris puisi di atas ialah sepasang kekasih sedang duduk berdua dengan suasana alam yang sejuk, ini dapat dilihat dari adanya majas personifikasi yakni angin yang lewat. Mereka berada di bawah pohon jambu yang buahnya lebat dengan daun yang berguguran.
“Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa.
Lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku.
Maksud dari kata-kata di atas adalah salah satu dari dua sejoli itu sedang memulai percakapan dengan melihat kesalahan berpakaian dari pasangannya dan memperbaikinya.
 Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya.

 Artinya yakni sementara wanita sedang memperbaiki pakaian laki-laki itu,tiba-tiba si lelaki itu memberanikan diri untuk membelai rambut wanitanya dengan mengambil guguran bunga yang jatuh berguguran
20.
C.Lapis objek,latar,dan pelaku
Pelaku: kami yakni pasangan kekasih atau dua sejoli
Latar : duduk di bangku yang terletak di bawah batang jambu yang berada di halaman rumah.Objek :kami(dua sejoli) dan suasana alam
Dunia pengarang
Dua sejoli dengan suasana yang bahagia bertemu di bawah pohon jambu yang terletak dihalaman rumah dengan udara yang nyaman tapi bercampur tegang,namun suasana itu menjadi cair ketika sang kekasih memperbaiki pakaian pasangannya.Sehingga pasangannya itupun membalas dengan mengusap rambut sang kekasih yang terkena guguran bunga pohon jambu. 
D.Lapis dunia
Dilihat dari sudut pandang tertentu,pada baris pertama hingga baris ke tujuh menggambarkan suasana alam yang sejuk dengan berada di bawahpohon jambu yang lebat duduk sepasang sejoli dan melihat daun yang berguguran.Pada baris delapan hingga akhir suasana menjadi bahagia dengan kata  Aku hanya tertawa.
melambangkan kebahagiaan yang sedang dirasakan.Lalu pasangan kekasaih(lelaki)mengusap rambut pasangannya dari guguran bunga jambu.
E.Lapis metafisis
Penyair mengungkapkan kebahagiaan yang di rasakan oleh sepasang kekasih di saat mereka bertemu dan perilaku mereka yang terjadi di saat menjalin kasih.






21




SERENDA MERAH PADAM
Sekawan kucing
Berpasang-pasangan
Mengeong di kegelapan.
Sekawan kucing
mengeong dengan bising
Mengeong dengan panas
Di kegelapan.
Manisku! Manisku!
Sekawanan kucing
Berpasang-pasangan
Saling menggosokkan tubuhnya
Di kegelapan.
Seekor kucing jantan
Menyapukan kumisnya dengan keras
kelabu perut betinanya.
Maka yang betina berguling-guling
tak terang pandangan matanya.
Serta dari mulutnya
keluar suara panjang
kerna telah dilemahkan
seluruh urat badannya.
Manisku! Manisku!
Dengarlah bunyi kucing
mengganas di kegelapan.
Seekor kucing jantan
menggeram dengan dalam
di leher betinanya.
Maka
selagi sang betina kecapaian
ia pun menyeringai
di kegelapan.

22



A.Lapis bunyi
Lapis bunyi pada puisi di atas yakni memiliki bunyi Kakofoni (cacophony) yaitu bunyi yang tidak merdu dan cenderung parau.Lebih jelasnya dapat dilihat pada penjelasan berikut:
Pada baris lima dan enam terdapat pengulangan kata “mengeong dengan” yakni dapat dilihat dari puisinya:
mengeong dengan bising
Mengeong dengan panas
Selain itu,terdapat pengulangan huruf vokal a,seperti di bawah ini yang dikutip dari puisi di atas:
 tak terang pandangan matanya.
Terdapat aliterasi huruf m,yakni pada kata-kata berikut:
menggeram dengan dalam
B.lapis arti
Sekawan kucing
Berpasang-pasangan
Mengeong di kegelapan.
Sekawan kucing
mengeong dengan bising
Mengeong dengan panas
Di kegelapan.
bait di atas berarti tentang sepasang manusia yang dilambangkan dengan kucing,agar menggunakan bahasa yang lebih sopan,maka dari itu dibuat sebuah  perlambangan.Tingkah laku kucing yang sedang ingin melakukan percintaan.Ini dapat dilihat dari bait berikut:
Potongan
Manisku! Manisku!
Sekawanan kucing
Berpasang-pasangan
Saling menggosokkan tubuhnya
Di kegelapan.
Seekor kucing jantan
Menyapukan kumisnya dengan keras

23
kelabu perut betinanya.
 
Maka yang betina berguling-guling
tak terang pandangan matanya.

Serta dari mulutnya
keluar suara panjang
kerna telah dilemahkan
seluruh urat badannya.
Manisku! Manisku!
Dengarlah bunyi kucing
mengganas di kegelapan.
Seekor kucing jantan
menggeram dengan dalam
di leher betinanya.
Maka
selagi sang betina kecapaian
ia pun menyeringai
di kegelapan.
Jadi bait-bait di atas adalah tahap-tahap tingkah laku yang dilkukan sepasang kucing yang merupakan perlambangan dari manusia ketika melakukan percintaan.
C.Lapis objek,latar.dan pelaku
Lapis objek=kucing jantan,kucing betina,dan kegelapan
Latar tempat=pada baris kelima belas ada kata-kata yang merupakan latar tempat yakni: kelabu perut betinanya.

selain itu,pada baris kedua puluh tujuh juga ada latar tempat yakni:
di leher betinanya.
pelaku=kucing jantan dan kucing betina
Latar suasana yakni kegelapan,ini terdapat dari penyebutan kegelapan di beberapa baris.


24





D.Latar dunia
Pada puisi ini,dapat kita lihat penjabaran tingkah laku saat sedang melakukan percintaan yang dikemukakan oleh penyair.Pelukisan melalui hewan yakni kucing agar tidak adanya unsur-unsur pornografi.Tingkah laku pada hewan ini yang sedang mealkukan percintaan memang jelas dapat kita rasakan melalui beberapa penggalan bait berikut
Seekor kucing jantan
Menyapukan kumisnya dengan keras
kelabu perut betinanya.
Maka yang betina berguling-guling
tak terang pandangan matanya.
Serta dari mulutnya
keluar suara panjang
kerna telah dilemahkan
seluruh urat badannya.
 Dari penggalan bait puisi di atas dapat kita lihat bahwa di saat kucing melakukan percintaan dia melakukan usapan kumis kepada sang betina dan si betina menjadi lemah.

E.Lapis metafisis
 percintaan antara laki-laki dengan perempuan itu adalah hakikat segala mahluk hidup. Akan tetapi, dengan sajaknya itu penyair tidak dapat sampai pada renungan yang lebih tinggi dari pengalaman jiwa niveau animal. Sifat animal ini bukan karena ia menggunakan kiasan kucing, melainkan lukisan yang merangsang naluri seksual itulah yang merangsang, yang memberi sifat animal, bahkan dengan lambang ini, lukisan menjadi halus.
25








Kesimpulan
Setelah menganalisis beberapa karya WS.Rendra yakni  tuhan,aku cinta padamu,doa orang lapar,sajak pertemuan mahasiswa,episode,dan serenda merah mendapat kesimpulan sebagai berikut:
1.Dari hasil analisis puisi “Tuhan,aku cinta padamu”dapat disimpulkan bahwa puisi ini dapat memberikan semangat dan motivasi bagi pembacanya.Dengan penggunaan bunyi yang berat,penyair ingin mengajak pembaca merasuki suasana sedih,sehingga pembaca dapat merenungi perbuatanya di dunia dan dapat merasakan apa yang dilakukan di dunia, apakah perbuatanya salah ataukah benar.Serta berusaha mengajak untuk kembali ke jalan yang benar serta bertobat kepada Allah.
2. Dalam puisi SPM(Sajak Pertemuan Mahasiswa) tersebut dijumpai bahwa W.S. Rendra berada pada posisi mendukung rakyat tertindas, menentang penguasa penindas, menentang program pendidikan yang akan melahirkan sarjana yang nantinya menjadi pemimpin yang menindas, berada pada posisi intim (dekat) dengan pembaca puisinya, dan menjauhkan diri dari pihak yang disebutnya sebagai pihak pendidik yang kurang berorientsi kerakyatan.
3.Dalam puisi doa orang lapar dapat di ketahui bahwa WS.Rendra menggambarkan kemiskinan yang menyeramkan.Dapat membuatmanusia menjadi buta bahkan mampu untuk membunuh sesamanya karena kelaparan.
4.Dalam puisi episode mewakili kisah kehidupan nyata yakni mengisahkan sepasang sejoli sedang duduk berdua dan terjadilah interaksi dari keduanya yang  secara berturut-turut sehingga menjadikan satu kesatuan dan membentuk episode.
5. Untuk mengungkapkan pengalaman jiwanya yang sedang mengalami pengalaman percintaan yang romantis, penyair mengungkapkan pengalamannya dengan lambang kucing jantan dan kucing betina yang sedang bercumbu-cumbuan. Dengan sajaknya ini penyair akan berkata bahwa percintaan antara laki-laki dengan perempuan itu adalah hakikat segala mahluk hidup. Akan tetapi, dengan sajaknya itu penyair tidak dapat sampai pada renungan yang lebih tinggi dari pengalaman jiwa niveau animal. Sifat animal ini bukan karena ia menggunakan kiasan kucing, melainkan lukisan yang merangsang naluri seksual itulah yang merangsang, yang memberi sifat animal, bahkan dengan lambang ini, lukisan menjadi halus. Bila peristiwa cumbu-cumbuan itu secara langsung oleh penyair dilukiskan dengan lukisan manusia, maka akan menjadi lebih cabul, bersifat pornografis.



26
DAFTAR PUSTAKA

1.Djoko,Prodopo Rachmat.2010.Pengkajian Puisi.Yogyakarta:gadjah mada university press.
2.Thofan 17’s Blog.Juni 8,2010.”Analisis strata”.Just another WordPress.com site
3. Pratiwi,Eka .Oktober 2,2011.”Serenda Merah Padam”. EkhaPratiwieELFishy Blog
4.Azhar,iqba Nurul.November 8,2011.” Analisis pijak kaki W.S Rendra dalam puisi berjudul “SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA”. Powered by WordPress.com














27

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar